Ma’had Bilal Bin Rabah, Fasilitas Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Sabtu, November 13, 2021

Universitas Muhamadiyah merupakan universitas yang menawarkan pendidikan akademik dalam berbagai disiplin ilmu. Terdapat beragam fasilitas yang dapat ditemukan, salah satunya adalah program asrama. Asrama ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin mendalami ilmu agama. Berikut ulasan tentan Ma’had Bilal Bin Rabah Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong.

Mengenal Ma’had Bilal Bin Rabah

Saat ini, asrama mahasiswa Indonesia dapat dibagi menjadi tiga model berdasarkan keberadaannya. Pertama, asrama bagi siswa aktif dan berbakat, yang menunjukkan nilai rata-rata kelas atas. Kegiatan di tempat model ini merupakan kegiatan yang diprogramkan residen dan memberikan kesan yang berbeda dengan cita-cita perguruan tinggi. 

Kedua, sebagai tempat tinggal pengurus dan aktivis di dalam dan di luar kampus. Kegiatan model kedua ini terutama terkait dengan kegiatan sehari-hari di dalam dan di luar kampus yang tidak berada di bawah kendali universitas. Ketiga, asrama merupakan tempat tinggal bagi sebagian mahasiswa yang memang ingin tinggal di wilayah kampus.

Mahad Bilal Bin Rabah Sorong adalah lembaga pendidikan bahasa Arab dan Islam yang bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong di Papua Barat. Lembaga ini memiliki gedung bertingkat dengan luas bangunan 200 meter dan 6 ruang kelas. Kelahirannya bertujuan untuk melatih sumber daya manusia (SDM) menjadi pendakwah di daerah terpencil.

Ma’had ini didirikan pada tahun 2009. Hingga saat ini, sudah terdapat 74 dai muda yang ditempatkan ke berbagai wilayah pelosok papua. Untuk mendaftarkan diri ke Ma’had ini, diperlukan ijazah SMA sebagai persyaratan. Mahasiswa yang mengikuti pendidikan dilembaga ini wajib mengikuti program pembelajaran hingga 2,5 Tahun.

Fasilitas Pendidikan

Selama mengikuti program, mahasiswa akan dibimbing untuk memahami ilmu tafsir, tauhid. Dan hadis. Tidak hanya itu, terdapat juga mata kuliah fikih dan juga sirah nabawiyah yang membahas tentang sejarah perjalanan nabi. Selain segala keilmuan yang bersifata teori, mahasiswa juga akan melakukan praktek mengajar, berda’wah dan mengurus Jenazah.

Mahasiswa juga akan diajarkan tentang kewirausahaan. Bidang yang didalami berkaitan dengan terapi bekam atau pengobatan ala nabi. Ilmu ini diharapkan dapat bermanfaat saat mahasiswa melakukan perjalanan jihad dan berda’wah di daerah pelosok. Bagi mahasiswa yang berprestasi akan dibebaskan dari biaya pendidikan ma’had

Mahad Bilal bin Rabah di kampus Papua ini memiliki delapan guru pengajar. Pengahar tersebut merupakan lulusan Universitas Armadina, Al Azhar Mesir, Libya Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Makassar. Mahad Bilal Bin Rabah menawarkan lima jenjang pendidikan yaitu, Tamhidi, Mustawa Awal, Mustawa Tsani, Mustawa Tsalis, Mustawa Robbi.

Mahad Bilal Bin Rabah juga mengajar Tahfiz Al-Qur'an dan telah memiliki 15 penghafal Al-Qur'an. Terdiri dari 3 orang dengan hafalan 18 Juz', 6 orang hafal 5 Juz', 2 orang yang hafal 3 Juz', dan 4 orang dengan 1 Juz'. Lembaga pendidikan ini telah menjadi  bagian dari Asian Muslim Charity Foundation (AMCF) atau Yayasan Muslim Asia.

Terdapat beberapa persyaratan untuk bisa bergabung menjadi pelajar di fasilitas kampus Papua satu ini. anda perlu menyiapkan fotocopy identitas diri berupa KTP/SIM, kemudian ijazah SMA. Selain itu, dilengkapi dengan Foto berukuran dengan latar merah 2 lembar, juga formulir pendaftaran yang berisi tentang rekomendasi dari sekolah dan keterangan sehat.

Bagi anda mahasiswa Papua yang ingin kembali memperdalam ilmu agama, bisa mendaftarkan diri di Ma’had Bilal bin Rabah ini. banyak sekali keilmuan yang akan anda dapatkan. Tidak hanya berkenaan dengan dengan keimuan agama saja, tetapi juga kewirausahaan. Lembaga ini telah dilengkapi dengan fasilitas tenaga pengajar yang mumpuni di bidang keagamaan

Kategori:

0 comments:

Posting Komentar