Seandainya Aku Menjadi Pemimpin, Apa Yang Akan Aku Lakukan Untuk Indonesia Terkait Isu Perubahan Iklim?

Minggu, November 15, 2020
Seandainya Aku Menjadi Pemimpin, Apa Yang Akan Aku Lakukan Untuk Indonesia Terkait Isu Perubahan Iklim?

Perubahan iklim bukan hanya karangan novel tema distopia semata. Perubahan iklim adalah sesuatu yang nyata yang seharusnya disadari oleh seluruh umat manusia di dunia. Sayangnya, yang terjadi malah sebaliknya. banyak orang yang tidak percaya bahwa iklim sedang berubah. Bukan berubah menuju arah yang lebih baik, melainkan menuju arah yang semakin buruk.

Seringkali kita mendengar bahwa bumi sudah tua. Bumi sudah menjadi tempat tinggal bahkan sebelum dinosaurus dilahirkan. Sejak kulit terluarnya masih tertutup es tebal hingga kini es abadinya pelan-pelan mencair dan longsor.

Dengan segala kenyataan pahit perubahan iklim tersebut, aku akan mengkampanyekan tentang perubahan iklim seandainya aku menjadi pemimpin. Ini aku lakukan semata-mata untuk menjaga bumi dari kehancuran yang lebih besar. Bumi sudah cukup menderita akibat ulah manusia. Jangan sampai tangan-tangan yang ikut merusak bumi melimpahkan tanggung jawab perubahan iklim kepada para aktivis lingkungan. Manusia harus sadar ini adalah tugas kita bersama.

Seandainya aku jadi pemimpin, aku ingin Indonesia berkontribusi untuk menanggulangi dampak perubahan iklim ini. Negara ini memiliki cadangan energi terbarukan yang teramat banyak dengan potensi sebesar 442 GW. Sayangnya, cadangan energi terbarukan ini belum dikelola dengan baik karena Indonesia baru mampu menggunakannya sebesar 19.5% saja dari target 23%.

Meningkatkan Penggunaan Energi Ramah Lingkungan

Dari kenyataan tersebut, sebagai pemimpin aku ingin meningkatkan penggunaan energi ramah lingkungan. Ada banyak Energi Baru Terbarukan (EBT) yang bisa digunakan di Indonesia, di antaranya yaitu :

1. Panel surya

Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di equator. Kondisi ini membuat Indonesia mendapatkan sinar matahari selama setahun penuh bahkan saat musim hujan. 

Sinar matahari yang melimpah seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membuat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Energi ini terbukti bersih dan tidak meninggalkan residu berbahaya karena hanya berbekal panel surya dan cahaya matahari. 

2. Energi angin

Indonesia juga termasuk negara yang memiliki garis pantai terpanjang. Apa keuntungannya bagi Indonesia? Indonesia memiliki potensi energi angin yang besar. Tidak tanggung-tanggung, 978 MW bisa dihasilkan dari tenaga angin di Indonesia.

3. Panas bumi

Negara ini juga memiliki potensi energi yang berasal dari dalam perut bumi, yaitu panas bumi. Potensi energi panas bumi di Indonesia yaitu sekitar 23.9 GW dan menjadi salah satu yang terbesar di dunia. 

4. Tenaga air

Salah satu yang banyak ditemukan di Indonesia adalah sungai dengan aliran air yang cukup deras. Ini membuat Indonesia memiliki potensi tenaga air sebesar 75.000 MW dan hanya 8% yang baru bisa dimanfaatkan.

Selain keempat jenis Energi Baru Terbarukan tersebut, masih banyak jenis EBT lainnya yang bisa dimanfaatkan dengan baik di negeri ini. Seandainya ketika aku menjadi pemimpin dan bisa memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang begitu melimpah ini, kita tidak butuh lagi energi kotor yang berpotensi merusak lingkungan dan iklim.

Mencari Solusi Untuk Sampah

Masalah perubahan iklim tidak hanya bisa tertangani dengan penggunaan energi terbarukan, namun juga mengenai pengelolaan sampah, terutama sampah plastik dan jenis sampah anorganik lainnya. Tahun 2020, timbunan sampah di Indonesia mencapai 67.8 ton. Setiap harinya, sampah-sampah ini bertambah sekitar 175.000 ton.

Ketika berbicara mengenai sampah, seharusnya kita tidak hanya berbicara mengenai pengelolaannya saja. Sebanyak apapun lahan yang tersedia untuk Tempat Pembuangan Akhir sampah, sampah-sampah tersebut akan terus menjadi masalah. Karena itu, aku menyarankan untuk melakukan kampanye less waste.

Jumlah sampah perlu dikurangi. Bagaimana caranya? Yaitu dengan hidup minim sampah. Misalnya dengan membawa kotak makan, menolak plastik sekali pakai, dan menggunakan barang-barang yang mudah didaur ulang. Kalaupun terpaksa menggunakan plastik dan sejenisnya, setiap orang punya tanggung jawab untuk mendaur ulang sampah tersebut agar menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Peran generasi muda sangat penting di sini. Generasi muda bisa menjadi trendsetter untuk memulai hidup minim sampah. Cukup dimulai dari diri sendiri dan pelan-pelan menyebarkannya kepada orang lain, aku yakin kita sebagai bangsa Indonesia akan mampu mengatasi masalah sampah ini di kemudian hari. Lebih besar, ini akan mampu menanggulangi dampak perubahan iklim dunia. 
Kategori: ,

0 komentar:

Posting Komentar