Jaga Kesehatan Mental Selama Pandemi dengan 5 Cara Ini

Kamis, Juni 25, 2020
Jaga Kesehatan Mental Selama Pandemi dengan 5 Cara Ini

Pada Maret 2020, Indonesia mulai digemparkan dengan penemuan kasus pertama virus Covid-19. Seperti efek domino, orang dengan Covid-19 semakin banyak dan kasusnya terus bermunculan di tiap daerah. Bahkan, kasusnya semakin meningkat setelah pemerintah menyediakan fasilitas untuk deteksi virus dengan rapid test terdekat di setiap daerah agar mudah diakses.

Kemunculan pandemi virus Covid-19 telah merubah tatanan hidup sosial-ekonomi masyarakat. Selain itu, vaksin virus yang belum juga ditemukan, membuat masyarakat terus waspada agar dapat terhindar dari penularan. Bahkan, beberapa kegiatan dianjurkan untuk dilakukan secara daring. Masyarakat pun dihimbau untuk tetap di rumah dan menjauhi kerumunan.

Cara Menjaga Kesehatan Mental

Berbagai aturan dalam meminimalisir penyebaran virus  Covid-19 seringkali membuat tertekan. Hidup yang riuh pun seakan padam ketika berbagai kegiatan disarankan untuk dilakukan di rumah saja. Penyebaran virus secara tidak langsung mampu menimbulkan rasa panik dan takut.

Apalagi jika kemudian jarang bertemu dengan orang-orang terdekat, dapat membuat Anda secara emosional merasa tertekan dan berdampak pada kesehatan mental Anda. Untuk itu, agar perasaan Anda tetap stabil, jaga kesehatan mental Anda selama pandemi Covid-19 dengan beberapa cara berikut ini yuk!

1. Membuat jadwal rutinitas baru 

Berada di rumah saja memang membosankan. Sehingga, agar Anda tidak stress, cobalah untuk membuat jadwal rutinitas baru. Misalnya, Anda dapat melakukan hobi atau aktivitas yang Anda sukai di tengah kesibukan work from home. Seperti merajut, melukis, berkebun, atau berolahraga.

2. Hindari informasi berlebih

Jauhkanlah pikiran Anda dari paparan berita terus-menerus tentang pandemi virus covid-19. Batasi informasi yang masuk agar pikiran Anda bisa lebih rileks. Pilihlah informasi yang penting dari sumber terpercaya dan terimalah secara bijak dan kritis. Jangan biarkan overthinking terhadap pemberitaan melemahkan kesehatan Anda.


3. Lakukan tes deteksi Covid-19 agar lebih yakin pada kesehatan diri

Seringkali kecemasan muncul karena praduga terhadap sesuatu. Begitu pula ketika Anda merasa cemas memperkirakan kemungkinan apakah Anda terpapar Covid-19 atau tidak. Untuk itu, lakukanlah rapid test terdekat dari tempat tinggal Anda agar mendapatkan hasil cepat. Sehingga, Anda pun tidak perlu lagi cemas dan memikirkannya jika hasil tes menunjukkan non-reaktif.

Untuk mendapatkan informasi seputar rapid test ini, Anda bisa memanfaatkan platform atau aplikasi Halodoc yang dapat Anda akses secara online. Halodoc menyediakan layanan rapid test yang bisa dijangkau oleh masyarakat. Tidak hanya bisa dilakukan di kota tempat Anda tinggal, biaya untuk rapid test juga terjangkau.

4. Tetap saling berkomunikasi dengan orang-orang terdekat secara online

Berinteraksi dengan orang-orang terdekat dapat memberikan energi baru. Ketika pertemuan langsung tidak mungkin dilakukan untuk meminimalisir penyebaran  Covid-19, tetap saling berkomunikasi dengan mereka secara online ya! 

Berinteraksi dengan orang-orang terdekat juga dapat memberikan hiburan bagi Anda di tengah kebosanan dalam menjalankan social distancing dan berada di rumah saja.

5. Lakukan terapi konsultasi bersama psikolog 

Jika Anda merasa tidak dapat terbuka dengan orang terdekat untuk menceritakan kecemasan yang dialami, Anda bisa melakukan konsultasi online bersama psikolog. Konsultasi ini dapat menjadi langkah tepat bagi kesehatan mental Anda agar menjadi lebih. Lagi pula untuk mencari psikolog dan melakukan konsultasi secara online saat ini bisa dengan mudah dilakukan.

Setelah membaca 5 cara di atas, pastikan tidak hanya kesehatan tubuh saja yang Anda perhatikan, tetapi juga kesehatan mental. Lakukan rapid test terdekat dari tempat tinggal Anda jika Anda merasa memiliki gejala  Covid-19. Tetap tenang dan waspada, jangan cemas dan terus jaga kesehatan.

Semoga bermanfaat!

0 komentar:

Posting Komentar