Waspada Modus Penipuan OTP, Lakukan Langkah Pencegahan Tepat

Kamis, April 23, 2020
Modus Penipuan OTP

OTP atau One Time Password sering dijadikan modus penipuan oleh pelaku tindak kejahatan. Kasus penipuan dengan modus seperti ini bisa dialami oleh siapa saja, terlebih lagi mereka yang kurang memahami apa itu OTP dan bagaimana sistem kerjanya. 

Seiring dengan makin banyaknya masyarakat yang menggunakan pembayaran online, diperkirakan penipuan dengan menggunakan modus yang dinamakan social engineering seperti ini bakal semakin marak terjadi. Social engineering merupakan modus penipuan di mana pelaku akan memanfaatkan sisi psikologi pengguna. Pelaku melakukan persuasi agar pengguna tersebut mau memberikan kode OTP atau mengikuti instruksi yang diberikan.

Terkait kejadian penipuan seperti ini, menurut kepolisian ditemukan 2.300 laporan mengenai kasus tersebut, sepanjang tahun 2019. Maka dari itu, kamu perlu meningkatkan kewaspadaan diri sendiri.

Cara Mencegah Modus Penipuan OTP

Jika diamati, pelaku penipuan sendiri sekarang sudah semakin kreatif dan sulit sekali dicegah. Apalagi saat terjadi interaksi antara manusia, baik melalui telepon atau aplikasi chat seperti WhatsApp. Orang sulit mengetahui apakah itu benar-benar berasal dari perusahaan atau tidak. Banyak juga oknum yang mencoba mengelabuhi korban dengan mengubah nada bicara, menggunakan kata-kata dan sapaan profesional seperti layaknya dari perusahaan tertentu, sampai mencoba mendekati korban secara psikologis dengan bahasa yang ramah dan menyenangkan.

Namun, sebenarnya ada cara untuk menghindari penipuan semacam ini, yakni salah satunya dengan menggunakan email. Ini karena email lebih mudah mengenali pengiriman pesan melalui domain. Sementara, interaksi lewat smartphone baik itu panggilan telepon, chat atau SMS kode OTP, akan lebih sulit digunakan untuk mendeteksi penipuan.

Terutama, jika modusnya dilakukan dengan social engineering yang membuat sasaran panik, kemudian meminta agar mereka langsung mentransfer. Ini merupakan modus yang sering digunakan pelaku. Sebab, mereka sulit membobol data pengguna pada perusahaan karena sudah ada perlindungan yang ketat. Bahkan, ada juga teknologi yang dapat mendeteksi tindakan seperti penjualan data pribadi konsumen ke pihak lain.

Inilah mengapa social engineering dilakukan, karena menurut pelaku, cara ini merupakan celah dalam layanan digital. Sebab, pengguna masih minim informasi tentang social engineering ini.

Sistem Keamanan dengan Sidik Jari dan Retina

Ada satu lagi prosedur keamanan yang perlu diterapkan selain mengirim OTP atau email untuk transaksi dengan konsumen. Prosedur tersebut adalah Multi-Factor Authentication atau otentikasi multi faktor. Salah satunya yakni dengan menerapkan teknologi sidik jari dan retina mata, yang menggunakan data biometrik sebagai basisnya.

Prosedur keamanan ini memang sangat diperlukan sekarang di saat semakin marak saja kasus penipuan yang menggunakan modus social engineering. Salah satu contohnya yakni pengguna akan diminta untuk menghubungi kode USSD yang diberikan, yang mana ternyata itu adalah fitur call forward atau pengalihan panggilan. Ini membuat pelaku bisa mengakses smartphone sasarannya.

Oleh karena itulah, kamu perlu melakukan langkah pencegahan sendiri yang tepat, untuk menghidari modus penipuan yang merugikan seperti ini. Ingat, jangan pernah memberikan data pribadi ke siapapun sama sekali. Apalagi, informasi seperti PIN ATM, nomor kartu kredit, bahkan nomor telepon yang bisa rawan menjadi sasaran modus penipuan.

Perlindungan Penuh untuk OTP

Kalau kamu masih kurang yakin dengan perlindungan untukmu, gunakan saja layanan OTP dari Kokatto. Ini adalah layanan yang memudahkanmu menerima OTP dengan cara unik, sehingga kode atau nomor sandi pada OTP kamu tersebut tidak akan bisa diketahui orang lain terutama pelaku penipuan. Mudah dan aman! 
Kategori: , ,

0 komentar:

Posting Komentar