Beli Mobil Bekas Harus Hati-hati, Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini

November 15, 2019
Beli Mobil Bekas Harus Hati-hati, Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini

Beruntung, kita tidak setiap hari harus membeli mobil, apalagi mobil bekas. Sebab, membeli mobil bekas, setidaknya dibutuhkan pengetahuan dan kecermatan sebelum akhirnya memutuskan untuk memilih salah satunya. 

Yang sering terjadi, pembeli mobil bekas sering melakukan berbagai kelalaian saat memeriksa kondisi mobil beserta kelengkapan pendukung lainnya. Pada momen inilah calon pembeli harus cermat dan tidak terburu-butu. Jangan sampai kesalahan saat memilih ini akan merugikan kita di kemudian hari. 

Karena itu, mari kita simak 5 kesalahan yang mungkin terjadi saat melakukan cek mobil bekas.

#1: Kurang mengecek detail iklan 
Baca dan cermati iklan penjualan mobil secara teliti, berdasarkan informasi yang dipasang oleh penjual. Informasi sebaiknya selengkap mungkin mulai dari tahun produksi, angka odometer, jenis transmisi, kondisi fisik, surat-surat, sampai harganya. Dari informasi awal inilah kita harus menggali lebih dalam lagi kepada penjual. 

Ada catatan khusus soal harga mobil. Coba pastikan dulu apakah harga yang tertera untuk cash atau kredit? Karena tak jarang penjual memasang harga rendah, padahal perhitungannya untuk kredit. 

#2: Tidak melakukan perbandingan 
Karena satu dan lain hal, ada saja pembeli yang malas melakukan perbandingan harga. Padahal inilah tahapan penting untuk mendapat barang yang terbaik. Ingat, membandingkan harga bukan berarti mencari yang termurah. Lebih tepatnya, kita akan mencari kesesuaian antara harga dengan kualitas yang akan didapat. 

Cara paling mudah dalam membandingkan harga adalah mencermati harga-harga mobil pilihan di tempat-tempat penjualan mobil bekas online. Informasi ini menjadi gambaran awal tentang harga terbaik yang mungkin didapat.

#3: Kurang jeli saat test drive
Kondisi mobil secara lebih detail akan tergambarkan saat melakukan test drive. Terutama saat mobil melaju dalam kecepatan sedang di berbagai kondisi jalan. 
Sayangnya, tidak semua orang mampu mengidentifikasi tanda-tanda kerusakan saat melakukannya. Asalkan mobil dirasakan cukup nyaman, maka langsung dianggap tidak bermasalah. Padahal, tak lama setelah dibawa pulang, baru muncul berbagai keluhan. 

#4: Luput memeriksa buku servis
Saat bertemu dengan penjual, jangan lupa tanyakan soal buku catatan servis. Terutama jika selama ini perawatan dilakukan di bengkel resmi. Jika perawatan dilakukan di bengkel biasa atau dirawat sendiri, maka “catatan” bisa didapat dari bon-bon pembelian spare part. 

Mobil yang diservis secara rutin di bengkel resmi, serta menggunakan part asli, pada umumnya kondisinya akan relatif baik. Karena itu keberadaan buku servis tentu saja jadi nilai tambah tersendiri. 

#5: Kurang mengerti mesin tapi tidak membawa mekanik
Memang, tidak banyak orang yang memiliki keahlian untuk memeriksa mobil bekas. Apalagi jika mobil menggunakan teknologi canggih. Karena itu sebaiknya Anda mengajak orang yang mengerti atau mungkin saja mekanik. 

Kalau penjual mobil adalah perorangan, coba tanyakan kemungkinan membawa mobil ke bengkel resmi untuk diperiksa lebih detail. Namun harus diingat, langkah ini biasanya dibutuhkan kepercayaan dari penjual. 

Nah, kira-kira apa yang bisa kita lakukan?

Memilih mobil yang 100 persen bebas dari masalah memang tidak mudah. Namun dengan melakukan pengecekan, setidaknya kita bisa mendapat gambaran tentang kondisi mobil yang sebenarnya. Dari situlah nantinya kita bisa menilai harga yang pantas.  

Agar benar-benar yakin akan kondisi mobil bekas yang diidamkan, maka sebaiknya manfaatkan tenaga ahli yang sudah berpengalaman seperti Otospector. Inspeksi mobil yang dilakukan secara menyeluruh dan independen ini menjamin mobil yang Anda dapatkan, sesuai dengan harapan. 
Categories: ,

0 komentar:

Posting Komentar