Perbedaan Tempat Tinggal Berkonsep Cluster dan Townhouse

Juni 24, 2019
Perbedaan Tempat Tinggal Berkonsep Cluster dan Townhouse

Bagi setiap keluarga pasti ingin memiliki tempat tinggal yang nyaman dan aman. Karena pada kenyatannya sebuah rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal atau bernaung saja, akan tetapi juga sebagai tempat untuk membina keluarga berinteraksi sosial bahkan sebagai investasi jangka panjang.

Memiliki hunian membutuhkan perencanaan bukan hanya untuk jangka pendek tapi juga jangka panjang. Karena dengan meningkatnya permintaan akan hunian ideal menjadikan tingginya harga sebuah tempat tinggal. Oleh sebab itu pastikan untuk memilih tempat tinggal yang benar-benar cocok dan sesuai.

Ketika hendak membeli rumah, pasti kalian nggak asing ya dengan istilah rumah cluster dan townhouse? Kedua tipe rumah ini memang tipe paling banyak ditawarkan nih, terutama untuk pasangan-pasangan muda yang baru menikah. Tapi kalian tahu nggak sih pengertian sebenarnya dari rumah cluster dan townhouse?

Rumah cluster pada dasarnya adalah sekumpulan rumah yang dibangun biasanya di satu wilayah pinggir kota dengan suasana yang masih sunyi namun asri. Tipe rumah cluster umumnya dibangun dengan bentuk yang serupa tanpa pagar, hanya dibatasi tembok beton antar rumah.

Sementara townhouse adalah kompleks hunian yang berada di tengah kota seperti di Jakarta Pusat, terdiri dari hanya beberapa hunian saja dengan bentuk yang serupa. Melihat lokasinya yang strategis, tak heran bila townhouse Jakarta Pusat banyak diminati, khususnya oleh para kaum ekspatriat, karena tipenya yang lebih eksklusif dimana sistem keamanan di townhouse adalah one gate system atau sistem keamanan satu akses.

Membantu kalian agar nggak terlalu bingung, berikut ini perbedaan mendasar antara rumah cluster dan townhouse. Yuk disimak!

Beda Konsep
Perbedaan pertama antara rumah cluster dan townhouse terletak pada konsep pembuatannya. Rumah cluster memiliki konsep perumahan dengan sistem satu akses yang memiliki satu pintu akses masuk dan keluar. Hal ini agar memudahkan petugas keamanan untuk mengawasi mobilitas masuk dan keluar orang-orang di rumah cluster. Perumahan cluster ini terkesan tertutup karena biasanya dikelilingi pagar pembatas yang cukup tinggi.

Berbeda dengan rumah cluster, townhouse pertama kali dibangun di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal para ekspatriat. Karenanya, konsep rumah di townhouse lebih eksklusif dan memiliki harga yang lebih tinggi dari rumah cluster. Bentuk dan ukuran rumah di townhouse seragam. Sama seperti rumah cluster, townhouse juga menggunakan sistem keamanan satu akses.

Beda Jumlah Rumah
Perbedaan kedua antara rumah cluster dan townhouse adalah jumlah rumahnya. Perumahan cluster umumnya memiliki jumlah rumah yang lebih banyak daripada townhouse. Sekitar 100 sampai 300 unit rumah biasanya dimiliki oleh tipe perumahan cluster. Selain itu, dalam satu perumahan cluster, biasanya terdapat sub komplek dengan model rumah yang berbeda.

Sementara townhouse, karena tipe ini mengedepankan eksklusifitas, jumlah unit rumah di townhouse paling banyak sekitar 30 rumah saja.

Beda Fasilitas
Perbedaan terakhir antara rumah cluster dengan townhouse terletak pada fasilitasnya. Umumnya fasilitas yang dimiliki townhouse lebih lengkap dibandingkan rumah cluster, seperti jogging track, kolam renang, taman, dan juga club house. Tidak terlalu berbeda jauh dengan townhouse, fasilitas yang dimiliki rumah cluster juga sebenarnya cukup lengkap kok. Hanya saja tiap sub komplek pada perumahan cluster biasanya memiliki fasilitas yang berbeda-beda.

Kelebihan tinggal di rumah berkonsep town house ataupun cluster

Pada dasarnya kelebihan konsep rumah town house dan cluster menawarkan akses pintu masuk dengan sistem "single gate" atau satu pintu. Inilah yang membuat penghuni tenang.

Berikut ini rincian kelebihan hunian cluster dan town house:
  1. Keamanan lebih terjamin single gate memungkinkan petugas keamanan untuk memantau akses masuk dan keluar perumahan.
  2. Perumahan jenis ini tertutup. Sehingga tidak ada hiruk pikuk pengendara umum, relatif tidak bising, dan bisa meminimalisir debu.
  3. Memberikan keleluasaan bagi anak-anak dari lalu lalang kendaraan umum. Sehingga bisa bermain dengan nyaman di fasilitas umum yang disediakan oleh 
  4. Perumahan tipe cluster dan townhouse biasanya menyediakan lapangan olah raga, taman bermain, mushala dan kolam renang.
  5. Pengembang biasanya memfasilitasi pemasangan listrik, telepon, dan pengairan. Jika Anda membangun rumah sendiri, maka hal itu harus diurus sendiri.
  6. Tinggal di cluster atau town house memberikan prestise tersendiri bagi penghuninya.
  7. Jumlah rumahnya terbatas dan terkesan lebih eksklusif dibandingkan perumahan pada umumnya.
  8. Privasi dan kenyamanan penghuninya lebih terjamin.
Pada dasarnya, baik rumah cluster ataupun townhouse, keduanya sama-sama menguntungkan untuk dipilih kok! Kalian hanya tinggal menyesuaikan saja dengan kebutuhan dan tentunya budget tersedia. Semoga membantu!
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar