7 Terobosan Sains yang Akan Bawa Manusia ke Masa Depan

Maret 20, 2018


Tak lama lagi, apa yang Anda lihat dalam film fiksi ilmiah akan hadir dalam dunia nyata. Sepanjang tahun 2017, sejumlah ilmuwan berusaha membawa kehidupan manusia pada era yang tak terbayangkan sebelumnya menjadi nyata.

Setidaknya, terdapat tujuh hasil penelitian yang penting untuk kita tengok kembali. Hasil kerja para ilmuwan, bukan tak mungkin membawa manusia dalam lompatan peradaban baru.

Rahim Buatan Biobag untuk Selamatkan Bayi Prematur


Temuan ini bisa jadi menggugurkan ketakutan para wanita yang tidak bisa memiliki anak karena kondisi rahim yang kurang baik. Tim dokter dari Rumah Sakit Anak Philadelphia telah menerbitkan makalah di jurnal Nature Communications pada 25 April 2017 yang merinci keberhasilan penggunaan rahim buatan.

Rahim buatan ini berupa biobag transparan yang diisi cairan yang memungkinkan mirip seperti yang ada di dalam rahim, yakni amnion. Untuk mendapat suplai oksigen yang cukup biobag itu terhubung dengan mesin.

Kantung ini bisa menampung domba yang berusia 23 minggu. Pengujian pada embrio domba pun menunjukkan perkembangannya berjalan dengan normal dalam segala aspek. Peneliti berharap, temuannya dapat segera dilakukan pada bayi prematur.

Modifikasi Gen Pertama pada Embrio Manusia


Modifikasi gen pada embrio manusia terjadi di Amerika Serikat oleh Oregon Health and Science University (OHSU) di Portland. Hasil penelitian OHSU telah dipublikasikan pada MIT Technology Review pada 26 Juli 2017.

Mereka melakukannya menggunakan teknologi CRISPR, yang dapat mengubah gen rusak pembawa penyakit yang dapat diwariskan dan menggantinya dengan DNA baru.

Sayangnya, legalisasi teknologi pengubahan gen masih terkendala etika dan moral. Sejumlah negara melarang praktik ini dengan alasan dapat terciptanya “bayi-bayi mewah”.

Mengubah Gen pada Manusia Hidup


Pria berusia 44 tahun pengidap kondisi genetik langka yang disebut sindrom hunter, untuk pertama kali menerima pengubah gen di tubuhnya.  Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah sakit di Oakland, California pada 13 November 2017 lalu.

Sindrom hunter merupakan kondisi genetik langka yang membuat tidak adanya enzim pemecah karbohidrat. Akibatnya, terjadi kerusakan permanen pada perkembangan mental, fungsi organ, serta kemampuan fisik.

Dokter menangani pria ini menggunakan zinc inger nucleuses (ZFNs). Enzim ini memotong gen yang ada di sel hati, memasukkan salinan fungsional gen yang menghasilkan enzim yang diinginkan.

ZFN adalah metode yang lebih sulit untuk melakukan pengeditan gen daripada CRISPR Cas-9, namun metode ini lebih presisi. Implementasi yang digunakan oleh Sangamo dilaporkan menawarkan kemampuan untuk memotong organ apa pun yang mungkin diperlukan.

Penemuan 5 Partikel Baru


Pada 16 Maret 2017, para ilmuwan dari 85 negara berhasil menemukan sistem baru dari lima partikel di ranah fisika kuantum. Temuan tersebut didapat menggunakan Large Hadron Collider (LHC), akselerator partikel paling kuat dengan cincin berdiameter 27 Km.

Hasil temuan ini akan digunakan untuk mengungkap “sektor gelap fisika”, seperti materi gelap alam semesta, dimensi parallel, hingga fenomena pasca big bang terjadi.


Hampir satu abad setelah kolaborasi Einstein dan fisikawan Boris Podolsky serta Nathan Rosen, terkait dengan mekanika kuantum, saat ini komputer kuantum tengah dibangun oleh para ilmuwan.

Komputer kuantum mampu melakukan perhitungan jauh lebih rumit dibandingkan dengan komputer klasik. Lalu, dengan komunikasi kuantum, sistem komunikasi akan jauh lebih aman dengan kriptografi tingkat lanju.

SPACEX dan Era Roket Daur Ulang


Pada 11 Oktober 2017 lalu, SpaceX meluncurkan roket Falcon9 di Kennedy Space Center Amerika Serikat. Falcon9 sendiri merupakan roket bekas yang pernah beroperasi sebelumnya bukan tak mungkin efisiensi dalam penejelajahan ruang angkasa terjadi. Mengingat mencari kehidupan lain menguras biaya riset begitu besar.

Bersama Boeing, SpaceX akan menjadi perusahan swasta pertama yang mengirim manusia ke luar angkasa. Kedua perusahaan tersebut memenangkan kontrak NASA untuk meluncurkan manusia ke International Space Station (ISS).

Tim peneliti dari SpaceX juga tengah mengembangkan versi penumpang manusia untuk kapsul roket kargo Dragon. Uji coba untuk wahana antariksa tersebut telah direncanakan untuk dilaksanakan pada tahun 2018 dengan penerbangan resmi ke ISS pada tahun 2019.

Temuan tujuh eksoplanet mirip Bumi


Pencarian rumah baru bagi manusia bukan lagi khayalan semata. Kerusakan bumi tak mampu menahan manusia selamanya. Stephen Hawking pun tak sekali meminta penjelajahan planet baru segera dilakukan.

Pada Februari 2017 lalu, para astronom di European Southern Observatory dan NASA merilis temuan tujuh eksoplanet mirip bumi. Ketujuh eksoplanet tersebut mengorbit TRAPPIST-1, bintang bermasa rendah dan bersuhu relatif dingin, jaraknya sekitar 40 tahun cahaya dari Bumi. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature.

Ilustrasi tujuh exoplanet yang mengorbit bintang TRAPPIST-1. Tiga planet pertama terlalu panas dan planet terjauh terlalu dingin. Tapi tiga planet di orbit tengah kemungkinan memiliki suhu ideal untuk air dalam bentuk cari. (NASA)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar